PERSEDIAAN BARANG DAGANG SISTEM PERIODIK DAN PERMANEN

 PERSEDIAAN BARANG DAGANG




DEFINISI PERSEDIAAN BARANG DAGANG

 Persediaan barang dagang adalah barang barang yang dibeli perusahaan untuk dijual kembali, yang di proses ataupun tanpa di proses terlebih dahulu.


A.    SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN

1. Sistem periodik (Periodic  System)

Sistem periodik   adalah dimana perhitungan  dan pencatatan saldo rekening persediaan hanya dilakukan sekali   dalam satu periodeMetode fisik nama lain metode periodik. Disebut demikian karena mesti ada pengecekan fisik terhadap persediaan barang dagangan di akhir periode (stock opname). 

Hasil penghitungan itu bermanfaat untuk membarui akun persediaan barang dagangan. Kelebihan metode periodik yakni perusahaan mengetahui besarnya persediaan dalam gudang sehingga stok diketahui secara akurat. Sementara kekurangan sistem pencatatan persediaan metode periodik adalah tidak bisa mengetahui jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan. Kelemahan lain metode periodik yaitu memperlambat pengerjaan laporan keuangan jangka pendek misal 3 dan 6 bulanan.

2. Sistem permanen (Perpectual System)

Jika perusahaan Anda memilih menggunakan metode perpetual, berarti perusahaan mencatat semua pembelian dan penjualan barang dagangan langsung dalam akun persediaan yang terjadi.

Metode perpetual mencatat terus setiap perubahan dalam akun persediaan. Berikut ini adalah fitur akuntansi dari metode pencatatan persediaan sistem perpetual.

  1. Pembelian bahan baku untuk produksi dan barang dagangan untuk dijual kembali didebet ke pos Persediaan bukan untuk pembelian.
  2. Biaya pengiriman barang dagangan didebet untuk pos Persediaan.
  3. Pembelian retur, potongan pembelian, dan diskon dikreditkan ke pos Inventarisasi, bukan ke rekening terpisah.
  4. Pencatatan harga pokok penjualan setiap penjualan dengan cara mendebet beban pokok penjualan dan mengkredit persediaan.
  5. Perlu adanya buku besar pembantu catatan persediaan individu sebagai kontrol. Catatan anak menggambarkan jumlah dan biaya dari setiap jenis stok di tangan.

Salah satu kelebihan sistem pencatatan persediaan metode perpetual yakni perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada stok tersisa. Alasannya, perusahaan dapat mengetahui stok yang sebenarnya di lapangan dengan mudah berkat adanya pencatatan yang dilakukan setiap waktu.

Biasanya barang-barang bernilai jual tinggi serta mudah dicatat keluar dan masuknya ke gudang, seperti mobil atau lemari es, adalah tipe barang yang sesuai untuk cocok menggunakan metode perpetual.



Berikut ini merupakan transaksi perusahaan yang pencatatan persediaannya menggunakan metode perpetual:

PD SAMUDERA

Per. Januari 2020

 

01/01/2020  Persediaan awal sebanyak 150 unit @ 30.000

04/01/2020  Membeli sejumlah barang dagang dari PT unilever  sebanyak 50 unit @ 30.000 Total Rp 1.500.000,00 dengan syarat 2/10 n/30.

 6/01/2020  Mengembalikan barang dagang yang telah dibeli dari PT uniliver  karena rusak sebanyak 10 unit @ 30.000

10/ 01/2020  Menjual barang dagang pada PD Angkasa 150 unit @ 30.000 sebesar Rp 7.500.000,00  dengan syarat pembayaran 2/10 n/30.

14/01/2020  Membeli barang dagang dari PT Uniliver 50 unit @ 30.000 sebesar Rp Rp 1.500.000,00 secara tunai.

18/01/2020  Pengembalian barang dagang dari PD Angkasa  20 unit @ 30.000 sebesar Rp.1.000.000,00 (harga pokok Rp 600.000,00)

22/01/2020  Diterima dari PD Angkasa  pelunasan faktur tanggal 10 Mei 2020

24/01/2020  Melakukan pembayaran hutang pada PT Uniliver atas faktur tanggal 4 Mei 2020  lalu.

26 /01/2020  Menjual barang dagang pada PD Angkasa 50 unit @ 30.000 sebesar Rp.2.500.000 (harga pokok Rp 1.500.000,00) dengan syarat pembayaran 2/10 n/30.

 30/01/2020  Pengembalian barang dagang dari PD Angkasa  sebesar Rp 500.000,00 (harga pokok Rp 300.000,00)

Ket : Setiap pembelian dan penjualan dikenakan PPN sebesar 10%

Diminta:

a. Buatlah jurnal atas transaksi tersebut di atas.

b. Postinglah ke BBU,BBP Utang,Piutang

c. Susunlah laporan laba kotor untuk periode Mei 2020.

d buat kartu persediannnya


Komentar